KEUTAMAAN SYA’BAN (RUWAH)

KEUTAMAAN SYA’BAN (RUWAH)

Firman Allah SwT dalam al Qur’an Surat Ali Imron / 3 : 169

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah SwT mereka pada mati, akan tetapi mereka masih hidup di sisi Tuhan mereka lagi mendapatkan rezeki.”

Saudara kaum muslimin dan muslimat yang di rahmati Allah ‘Azza wa Jalla
Ketahuilah bahwa orang-orang yang sudah pada mati, hakekatnya mereka masih hidup, mereka ada yang mendapatkan nikmat dan ada pula yang mendapatkan adzab. untuk itu, kita sebagai orang yang masih hidup dianjurkan oleh Rasulillah Muhammad SAAW untuk selalu menjalin hubungan dengan orang yang sudah meninggal dunia, karena doa kita akan bisa sampai kepada mereka. doa yang diajarkan Rasulillah Muhammad SAAW: Astaghfirullahal ‘adhiim li wali walidayya wa lijami’il muslimin wal muslimat wal mu’miniina wal mu’minat al ahyaai minhum wal amwat (Kitab Minahus Saniyah)

Dalam kitab Washiatul Musthofa lil Imam Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah. dalam Bab Shadaqah dijelaskan. Bahwa Rasulillah Muhammad SAAW Beliau berwasiat kepada Sayyidina Ali Bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah:
“Ya Ali, Tashadaq ‘ala mautaka Fainnallaha Ta’ala qad wakkala malakata yahmiluuna shadaqatul ahya ilaihim, fayafrahuuna biha asyadda yafrahu ma kaanu fii dunya. wa yaquuluuna: “Allahummaghfir liman nawara qabrana wa basyirhu bil jannah kama basyarana bihaa”.
“Ya Ali, shadaqahlah kamu kepada orang yang sudah pada mati (meninggal dunia) Karena sesungguhnya Tuhan Kita Allah SwT benar-benar telah mewakilkan kepada malaikat yang membawa shadaqahnya orang yang masih hidup kepada orang yang sudah meninggal dunia, orang yang sudah pada meninggal dunia sangat bergembira ketika dikirimi shadaqah sebagaimana mereka sangat bergembira ketika mereka masih hidup di dunia. orang-orang yang sudah pada meninggal dunia mereka berdoa kepada Allah SwT: “Allahummaghfir liman nawwara qabrana wa basyirhu bil jannah kama basyarana biha”, “Ya Allah, ampunilah dosa orang-orang yang telah memberi cahaya kepada kubur kami dan berilah mereka gembira dengan surga sebagaimana mereka sudah memberi kabar gembira kepada kami dengan shadaqah”.

Kaum muslimin dan muslimat yang di rahmati Allah ‘Azza wa Jalla.
Kita orang Islam perlu mengamalkan wasiat Rasulillah Muhammad SAAW tersebut, terlebih dibulan sya’ban (bulan yang sangat banyak cabang-cabang kebaikan). dan jangan lupa kita juga berdoa kepada Allah SwT: “Allahumma bariklana wa sya’bana wa ballighna ramadhana”, Ya Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadan”.
Kita perlu menyelusuri bagaimana perjalanan ruh manusia. secara singkat sebelum ruh manusia belum di masukkan dalam jasad manusia, ruh kita sudah hidup. lalu dimasukkan dalam jasad manusia di alam rahim sang ibu , ruh kita juga hidup. ketika kita lahir ke dunia kita pun juga hidup. dan nanti kita meninggal dunia (bukan mati, karena ruh tidak mati) kita juga hidup. ruh akan meninggalkan dunianya ruh yakni jasad. ruh kembali kepada Allah SwT sedangkan jasad kembali tanah.
Mengapa ruh itu tidak mati ? karena ruh tidak pernah dilahirkan, akan tetapi ditiupkan oleh Allah SwT. oleh karena ruh akan hidup kekal abadi selama-lamanya, akan tetapi kekalnya berbeda dengan kekalnya Allah SwT. Kalau kekalnya Allah SwT kekal dengan diri-Nya sendiri sedangkan kekalnya ruh, karena dikekalkan oleh Allah SwT. Semoga Ruh kita ketika kembali kepada Allah SwT, inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, ruh kita kembali dalam keadaan selamat, yaitu bisa sampai di Baitullah (Rumah-Nya Allah SwT) dan ditempatkan di Surganya Allah SwT.
Amien Yaa Mujiibas Saailiin. Wallahu a’lam bishawab.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *