MARHABAN YA RAMADAN

MARHABAN YA RAMADAN

Sabda Rasulillah Muhammad SAAW : “Man Fariha bidukhuli Ramadan Haramallahu jasadahu ála niran””, “Barang siapa yang merasa gembira datangnya bulan Ramadan haram jasadnya atas neraka”

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SwT
Bulan Ramadan yang artinya “membakar dosa-dosa” akan segera tiba, mari kita siapkan dhahir dan bathin kita untuk menyambutnya: “Marhaban Yaa Syahra Ramadan, Marhaban Syahrash- Shiyami
Marhaban Yaa Syahra Ramadan, Marhaban Syahral Qiyami”
Ramadan bulan yang awalnya penuh berkah, tengahnya penuh ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. bulan yang didalamnya diturunkan al Qurán dan terdapat lalilatul qadar. semua adalah dari sekian banyak keutamaan. Sayang sekali jika kita ummat Islam dalam memasuki bulan Ramadan tidak memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya. karena di dalam bulan ini amaliah sunah diberi pahala wajib dan pahala wajib dilipatgandakan oleh Allah SwT sampai tujuh puluh kali wajib, bahkan ada yang melebihi dari itu yaitu shiyam (puasa), karena Shiyam hanya Allah SwT yang akan memberikan pahalanya.

Kaum muslimin dan muslimat yang dimulyakan Allah SwT
Puasa atau shiyam diperintahkan oleh Allah SwT, haqeqatnya yang disuruh puasa adalah yang ada di dalam diri kita yaitu Ruh kita yang non fisik. “Yaa Ayyuhalladziina amanuu kutiba álaikumush-shiyam kama kutiba álalladzina min qablikum laállakum tattaquun”. “Wahai orang-orang yang beriman (Iman itu letaknya di dalam qalbu. Qalbu itu fisiknya dan batinnya Qalbu itu adalah iman atau ruh) diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaiman diwajibkan orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah/2:183)
Secara syareát untuk bisa sampai kepada yang haqeqat, maka kita jaga semua anggota tubuh kita untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan maksiat yang tidak diridlai Allah SwT, kita tidak boleh makan dan minum dan semua perkara yang membatalkan puasa mulai dari waktu fajar (subuh) sampai dengan waktu terbenam matahari (maghrib).

Kaum muslimin dan muslimat yang di Sayangi Allah Ázza wa Jalla
Semoga dengan kita merasa senang dengan datangnya bulan Suci Ramadan, Allah SwT memberikan kekuatan kepada kita untuk mengisi dengan amaliah-amaliah, baik yang fardhu maupun yang sunah dengan sebaik-baiknya, sehingga puasa yang dijalankan betul-betul bisa mengantarkan kepada keridlaan Allah SwT Jalla Jalaluh dan memasukkan kita pada derajat Muttaqin. Amien Yaa Mujiibas Saailiin. Wallahu a’lam bish-showab


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *