BILANGAN RAKAAT QIYAMU RAMADAN (SHOLAT TARAWEH)

BILANGAN RAKAAT QIYAMU RAMADAN (SHOLAT TARAWEH)

Sabda Rasulillah Muhammad S.A.W.:
“Man qama ramadana imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min dzanbihi”, barang siapa mendirikan shalat di malam-malam Ramadan (Taraweh) berdasarkan iman dan ikhlas , diampuni Allah baginya yang terdahulu dosa-dosanya.

Qiyamu Ramadan atau sholat taraweh dan witir adalah sunah muakadah bagi laki-laki maupun perempuan
Jumlah rakaatnya menurut Asy Syaukani bahwa shalat taraweh pada awal mulanya dilakukan 8 rakaat di tambah 3 rakaat witir, tapi dengan bacaan surat-surat yang panjang sesudah surat Al Fatehah.
Kemudian diperingan bacaan suratnya, tapi di tambah jumlah rakaatnya sampai 20 rakaat di tambah 3 rakaat witir. Demikian yang diamalkan pada Khalifah Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib sama dengan pendapat As Tsauri , Ibnu Mubarak dan Imam Asy Syafi’i radhiyallahu ‘anhum
Diriwayatkan bahwa beberapa ulama berpendapat bahwa yang disunatkan adalah 11 rakaat, sedang yang selebihnya mustahab (baik). Berkata al Qadi Iyadh: ‘tidak mustahab (tidak baik) membaca kurang dari 30 juz sebulan Ramadan karena pentingnya memperdengarkan kepada kaum muslimin seluruh isi al Qur’an.
Dapat disimpulkan bahwa yang penting menyesuaikan bacaan-bacaan dengan kondisi makmum agar tidak memberatkan mereka.

Dalam isi Risalah Ramadan dari KH. Ali Ma’sum tentang
hadits dari ‘Aisyah r.ha yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah shalat lebih dari 11 rakaat adalah hadits untuk shalat witir. Rasulillah Muhammad SAW bersabda: “Ma kana yazidu fi ramadana wa la fi ghairihi ‘ala ihda ‘asyarata rak’atan,” artinya “Nabi tidak pernah menambah hingga melebihi 11 rakaat baik dalam bulan Ramadan maupun di luar Ramadan.’ (H.R. Bukhari Muslim)

Hadits tersebut disimpulkan bukan untuk shalat Taraweh tetapi untuk dalil shalat witir. Adapun shalat witir dilakukan paling banyak dengan 11 rakaat, tengah-tengah 3 rakaat dan paling sedikit 1 rakaat. oleh karena shalat taraweh adalah shalat malam maka Rasulillah Muhammad SAW bersabda: “Sholatul lail matsna matsna.’ artinya shalat (sunah) di malam hari adalah dua-dua. (H.R. bukhari dari ibnu Umar)

Berkaitan dengan jumlah bilangan Shalat Taraweh dan Shalat Witir sebagaimana yang dilakukan oleh para Sahabat.  maka kita bisa mengambil dalil Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: “Sepeninggalku, ikutilah kalian kepada dua orang ini : Abu Bakar dan Umar.’ (HR. Ahmad, Turmudzi, dan Ibnu Majah)

Dalam kitab al Hadyu an Nabawiyyu Shoheh fii Sholati Taraweh, Asy-Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni, menjelaskan tentang “Petunjuk Nabi S.A.W yang benar tentang Sholat Taraweh” menjelaskan bahwa kata “Taraweh” berasal bentuk jama’ dari bahasa Arab ; Tarwihah, rahah, yang artinya “istirahat”. kenapa dinamakan istirahat, dikarenakan dalam sholat taraweh dilakukan dengan bilangan rakaat yang banyak.

Dr. Hamka dalam bukunya Puasa Tarweh dan Idul Fitri memberikan penjelasan tentang bilangan di dalam sholat taraweh, Di dalam Kitab Muwatha’, dari Muhammad bin Yusuf diterimanya dari Sa’ib bin Yasid adalah 11 rakaat
Imam Malik mengatakan dalam al Muwatha’ menurut riwayat yang Beliau terima dari Yazid bin Ruman. Di zaman Umar bin Khatab orang shalat taraweh bulan ramadan adalah 23 rakaat
Menurut riwayat Muhammad bin Nashar juga dari Dawud bin Qais dia berkata: ‘aku mendapati manusia di zaman pemerintahan Amir Iban bin Utsman dan Umar bin Abdul Aziz, yaitu di Madinah shalat taraweh 26 rakaat di tambah 3 rakaat witir jadi 29 rakaat
Menurut riwayat Ath Thirmidzi, shalat taraweh adalah 41 rakaat yang 1 itu shalat witir
Riwayat yang lain dari Malik juga 46 rakaat tambah 3 rakaat witir jadi 49 rakaat
Dari pelaksanaan shalat taraweh dan witir ada yang 11, 23, 29, 41 dan 49 rakaat semuanya baik. Yang afdhal ialah memperhatikan keadaan orang-orang yang shalat.

Macam Shalat :
Shalat menurut garis besarnya ada 2 macam; yaitu sholat fardhu dan shalat nawafil (selain shalat fardhu). Shalat fardhu dibagi menjadi 3 macam ; fardhu ‘ain, fardhu kifayah dan fardhu jum’at. sedangkan shalat nawafil (yang selain sholat fardhu) menurut Asy Syekh Imam al Ghazali membagi menjadi 3 macam; sunat, mustahab dan tathowwu’.
Shalat sunat ; sholat yang rajin dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W seperti shalat rawatib, shalat dhuha, shalat witir, shalat tahajud, dan lain-lain.
Shalat mustahab : shalat yang baik dikerjakan, dan ada hadits yang menjelaskan keutamaannya, seperti Nabi Muhammad S.A.W melaksanakan shalat safar, shalat malam, shalat pada tiap hari-hari dalam seminggu, sebulan, setahun, dan lain-lain
Shalat tathowwu: shalat yang dikerjakan selain yang sunat dan mustahab. shalat ini dikerjakan seperti orang yang memberi sedekah dengan niat buat kebaikan.

Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala menerangkan: apabila ada orang melaksanakan sholat tathowwu’ dengan tidak niat berapa jumlah bilangan rakaat boleh orang itu salam mulai dari 1 rakaat, 2 rakaat, 3 rakaat, 100 rakaat, 1000 rakaat, tidak tahu sudah berapa rakaat terus salam, maka sah sholatnya. seperti yang di nash oleh Imam Asy Syafi’i dalam Kitab al Imla’. (Kitab: Hubbu Ash-Shalawat wa Ad-Da’wat). wallahu a’lam bish-showab


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *