PERJALANAN RUH MANUSIA

PERJALANAN RUH MANUSIA

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, “Sesungguhnya kami milik Allah dan sesunggunya kepada-Nya kami kembali”.

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SwT.
Ketahuilah, bahwa didalam manusia ada dua hal yakni jasad dan ruh. jasad yang fisik akan kembali ke tanah dan ruh yang non fisik akan kembali ke Allah SwT. Jasad yang fisik ini akan hancur dan ruh yang non fisik akan tetap hidup kekal abadi selama-lamanya tidak mati. Mengapa ruh kita tidak mati ? karena ruh kita tidak pernah dilahirkan akan tetapi ditiupkan oleh Allah SwT ! dan sebelum ruh kita dimasukkan ke dalam jasad ruh kita sudah hidup, dan dahulu sebelum dimasukkan ke dalam jasad namanya adalah malaikat.

Allah SwT berfirman dalam al Qur’an Surat al Ahzab ayat 56 yang artinya:
‘Sesungguhnya Allah SwT dan para malaikat bersholawat atas nabi, wahai iman-iman bersholawatlah kamu atas nabi dengan salam dan penghormatan.”

dari ayat al Qur’an tersebut Allah SwT memberitahukan kepada kita bahwa dahulu ketika masih di alam ruh, ruh kita bernama malaikat yang suci yang senantiasa bersholawat atas nabi (atasnya nabi maksudnya adalah rasul, atasnya rasul adalah arsal yakni Rasulillah Muhammad SAAW, wa ma arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamiin, “dan tidak kami utus engkau wahai nabi melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta”.) akan tetapi setelah malaikat terpatri atau terpisahkan karena dimasukkan ke dalam jasad manusia, kemudian namanya berubah menjadi Iman. Maka lanjutan ayat berikutnya adalah berbunyi Ya ayyuhalladziina amanu, wahai iman-iman, bukan Ya ayyuhal malaikat sholluu ‘alaihi wa sallimuu tasliiman.

Iman itu letaknya didalam qolbu. fisiknya namanya qolbu dan batinnya adalah bernama iman, atau nama lainnya adalah Kitab, Nur atau Cahaya, dan Ruh. dan ruh ini adalah cahaya yang sangat halus sekali sehingga ketika dimasukkan ke jasad manusia, jasad manusia tubuhnya tidak terbakar dan tidak meledak. Oleh karena itu tubuh manusia memiliki benteng pertahanan yang sangat kokoh, sehingga tubuh kita yang didalamnya terisi oleh darah, namun darah tersebut tidak bisa keluar melalui pori-pori dan rongga yang ada pada tubuh kita, subhanallah.

Kaum muslimin dan muslimat yang dimulyakan Allah SwT.
Bagaimana, keadaan perjalanan ruh kita mulai dari sebelum dimasukkan ke dalam jasad sampai kemudian dimasukkan ke dalam jasad bayi yang berada didalam rahim ibunya dan keluar dari rahim sang ibu terlahir ke alam dunia lalu kemudian ruh itu meninggalkan dunianya yaitu jasad, kembali kepada Allah Swt : inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Perjalanan ruh tersebut, dapat kita amati dari perjalanan waktu sholat mulai dari ; Maghrib, ‘Isya, Subuh, Dhuhur dan ‘Ashar.

Perjalanan waktu Maghrib = 3 rakaat
Mengapa Sholat Maghrib 3 rakaat ? ini adalah bermula dari : Ana minallahi wal mu’minuuna minnii, Aku (Nur Nabi Muhammad SAW) berasal dari Allah dan orang Mu’min (Nurnya orang mu’min) berasal dariku (Nabi Muhammad SAW). Ada tiga hal disini yaitu ; Allah, Nur Nabi Muhammad SAW dan Nur Mu’min. Tiga hal ini, bisa disatukan tapi tidak bisa disamakan dan dapat dibedakan, Mana Allah, mana Nur Nabi Muhammad SAW dan mana Nur Mu’min.

Perjalanan waktu ‘Isya = 4 rakaat
Mengapa Sholat ‘Isya 4 rakaat ? ini berasal dari fitrohnya ruh ketika masih di alam ruh sebelum dimasukkan ke dalam jasad. fitrohnya yaitu ; Iman, Islam, Tauhid dan Ma’rifat. Jadi ruh manusia ketika di alam ruh, mereka sudah iman yakni percaya adanya Allah SwT, Islam yaitu tunduk dan patuh kepada Allah SwT, Tauhid yaitu sudah mengesakan Allah SwT dan Ma’rifat yaitu sudah mengenal dan tahu tentang Allah SwT. Jadi ketika di alam ruh, fitrohnya masih utuh 100 %

Perjalanan waktu Subuh = 2 rakaat
Mengapa Sholat Subuh 2 rakaat ? ini disebabkan karena ruh sudah dimasukkan ke dalam jasad bayi, yang berada dirahim ibunya. Jadi didalam tubuh sang ibu, ada dua manusia yaitu ibu dan bayi. karena didalam tubuh ada dua manusia maka terjadilah penyesuaian atau nyidam. dan bayi yang didalam alam rahim atau kandungan masih dalam alam gelap belum terlahir ke alam dunia yaitu alam terang. oleh karena itu, waktu subuh adalah waktu akhir malam/gelap dan waktu awal siang/terang. jadi ada gelap dan terang, akhir dan awal, huwal awwalu huwal akhiru, huwal dhahiru wal bathinu. dan di alam kandungan bayi itu hidup selama 9 bulan 10 hari. dan di alam kandungan bayi fitrohnya sudah tidak lagi 100 % tetapi tinggal 50 % dikarenakan ruh yang fitrohnya sebelumnya 100 % sudah dibalut oleh unsur fisik yaitu jasad.

Perjalanan waktu Dhuhur = 4 rakaat
Mengapa Sholat Dhuhur 4 rakaat ? ini dikarenakan bayi yang telah dilahirkan ke dunia akan menghadapi empat musuh yaitu; hawa, nafsu, dunia dan syetan. hawa artinya kesenangan-kesenangan, nafsu artinya keinginan-keinginan, dunia artinya kesenangan-kesenangan dan keinginan-keinginan itu adalah dunia. Syetan artinya adalah kesenangan-kesenangan dan keinginan-keinginan yang tidak memperdulikan lagi antara haq dan batil, tidak memperdulikan mana yang halal, haram dan subhat, yang penting tujuannya tercapai itu adalah dunianya syetan. jadi dunianya syetan adalah dunianya kesenangan-kesenangan, keinginan-keinginan yang tidak lagi memperdulikan hukum-hukumnya Allah SwT. Oleh karena di dunia kita akan menghadapi musuh empat tersebut dan itu letaknya di dalam diri kita. maka kita diwajibkan untuk jihad akbar yaitu mengendalikan diri kita dari hawa, nafsu, dunia dan syetan. bukan untuk membunuhnya akan tetapi mengendalikan, jadi kita boleh memiliki kesenangan-kesenangan dan keinginan-keinginan, kita boleh memiliki suami, istri, anak, harta hanya saja dengan jalan yang sah yang susai dengan apa yang disyariatkan oleh Allah Swt. disinilah pentingnya kita didalam sholat subuh memakai doa qunut, untuk memohon kepada Allah SwT supaya kita mendapatkan petunjuk, kesehatan dan keselamatan dari Allah SwT, dikarenakan kita akan memerangi musuh yang dahsyat yang itu bukan di luar diri kita, justru musuh itu yang sesungguhnya berada di dalam diri kita. Untuk itu, supaya kita bisa memenangkan pertarungan tersebut, maka kita dikasih tentara oleh Allah SwT berupa akal sehat. jadi sebelum kita melakukan perbuatan tolong dipertimbangkan baik dan buruknya, benar dan salahnya, kalau baik, benar ambil, kalau salah, buruk tinggalkan. kalau halal ambil dan kalau haram, subhat kita tinggalkan, insyaa Allah kita selamat. Karena di alam dunia / terang ini fitroh manusia tinggal 1 % dan fitrohnya manusia yang iman, islam, tauhid dan ma’rifat tidak hilang, hanya saja kadang muncul dan tenggelam, dan yang mempengaruhi adalah faktor lingkungan. kalau lingkungannya baik maka jadi baik, kalau lingkungannya jelek maka jadi jelek. oleh karena itu, kalau orang tuanya Muslim anaknya jadi Muslim, kalau orang tuanya Yahudi atau Nasrani maka anaknya jadi Yahudi dan Nasrani.

Perjalanan waktu ‘Ashar = 4 rakaat
Mengapa Sholat ‘Ashar 4 rakaat ? ini dikarenakan perjalanan ruh manusia ketika masuk di waktu ‘Ashar adalah waktu dimana matahari sudah berada di posisi matahari mau terbenam, posisi dimana ruh manusia akan menghadap kepada Allah SwT, yaitu posisi dimana mau meninggalkan dunianya. dunianya ruh adalah jasad, jasad akan ditinggalkan oleh ruh. jasad kembali kepada tanah, dan ruh akan kembali kepada Allah SwT. supaya ruh kembali kepada Allah dengan selamat, maka ruh dikembalikan kepada fitroh asalnya, sebagaiman ruh sebelum dimasukkan ke dalam jasad, yaitu fitrohnya ruh adalah Iman, Islam, Tauhid dan Ma’rifat kepada Allah SwT Jalla Jalaluh. Ruh yang selamat, kembali ke Allah SwT dan tempat kembalinya ada di Baitullah di rumahnya Allah SwT dan akan bertemu dengan Rasulillah Muhammad SAAW dan Allah SwT dan ditempatkan di Jannah atau surganya Allah SwT dan bagi ruh yang tidak selamat karena dikuasai oleh hawa, nafsu, dunia dan syetan tempat kembalinya adalah di luar baitullah dengan kata lain mereka halal di nerakanya Allah SwT.
Wallahu a’lam bish-showab


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *