ARWAHAN DALAM PANDANGAN ISLAM

ARWAHAN DALAM PANDANGAN ISLAM

Bulan Sya’ban atau bulan Arwah dalam masyarakat di DI. Yogyakarta dan Jawa Tengah khususnya termasuk bulan yang khusus untuk mendoakan para leluhur, dikarenakan dibulan ini banyak masyarakat yang menyelenggarakan tradisi Nyadran (Arab : Shodrun jamak Shudur yang di artikan Cermin atau dada atau permulaan dari tiap-tiap sesuatu) dimana dalam tradisi tersebut banyak masyarakat membuat Apem (‘‘Afaa – ýa’fuu – áfwan ; memaafkan)
Mengenai kirim para leluhur ini sangat baik, karena mengingatkan bahwa darah daging kita berasal dari orang tua kita dan orang tua kita berasal dari kakek dan nenek kita. untuk itu jangan kita bangga kalau kita punya darah dan daging tetapi setelah orang tua kita dan kakek serta nenek kita meninggal dunia tetapi kita tidak mau menziarahinya ? padahal darah daging kita dari mereka berasal.
Ada dalil yang bisa kita jadikan sebagai sandaran dalam kita melakukan kebiasaan kirim doa dan ziarah kepada para leluhur. diantara dalil tersebut adalah al Qurán surat Ali Imron / 3 : ayat 169 : Wala tahsabannalladziina qutiluu fii sabiilillahi amwatan Bal ahyaun índa robbihim Yurzaqun. artinya: Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang mati di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup dan disisi Tuhannya mendapatkan rezeki.
Dalam kitab Washiatul Mushthofa lil Imam Áli Karromallahu wajhah, Rasulillah Muhammad SAAW berwasiat kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib dalam Bab Sedekah di washiatkan sebagai berikut : Ya Ali : Tashoddaq ála mautaka fa innallaha taála qad wakkala malaikatan yahmiluuna shodaqatil ahyailaihim fa yafrahuuna biha asyadda maa kaanuu yafrahuuna fiddunya wa yaquuluuna : Allahummaghfir liman nawwara qabrana wa basy-syirhu bil jannah kamaa basy-syarana bihaa. artinya Wahai Áli Shodaqahlah kepada orang yang sudah mati, karena sesungguhnya Allah SwT telah mewakilkan malaikat yang membawa shadaqahnya orang yang hidup di dunia kepada orang yang sudah mati, maka mereka orang-orang yang sudah mati sangat bergembira sebagaimana bergembira di dunia ketika dikirimi shadaqoh. dan mereka orang-orang yang sudah mati berdoa : Ya Allah ampunilah orang yang telah memberi cahaya kepada kubur kami dan berilah kabar gembira dengan surga sebagaimana mereka telah memberi gembira kepada kami dengan sebab shodaqoh.
Demikianlah pentingnya kita kirim doa dan ziarah kubur. untuk itu kepada kaum muslimin jangan kita lupakan jasa-jasa para leluhur kita. Allahummaghfir lil muslimiina wal muslimat wal mu’miniina wal mu’minat al ahyaiminhum wal amwat.

Wallahu a’lam bish-showwab


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *