SURAT AL IKHLAS

SURAT AL IKHLAS

Surat al Ikhlas adalah surat dalam al Qurán dengan nomor surat 112. Surat ini sering sekali dibaca oleh mayoritas orang islam. Muatan surat ini sangat besar, karena orang yang membaca surat ini sebanyak tiga kali mendapatkan keutamaan mendapatkan pahala menghatamkan al Qurán 30 juz. Surat ini memuat makna tauhid, yaitu mengesakan Allah SwT.
Untuk memberikan keterangan makna tauhid ini, dari kaji ayat

Qul huwallahu ahad
artinya : Katakanlah (Muhammad), “”Dialah Allah Yang Maha Esa
– pada kata huwa yang tidak dipisah penulisannya, yang artinya Dia,
– pada kata huwa yang dipisah penulisannya yaitu hu (Dia) dan wa (dan)

tulisan ini memberi keterangan pada penulisan kata huwa yang dipisah
Qul Hu wa Allah Ahad
artinya Katakanlah Hu dan Allah itu Yang Maha Esa
Esa (ahad) bukan Satu (Wahid).

Bukan Qul Hu wa Allah Wahid
artinya : Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Satu

Kata Ahad ( Hu wa Allah) sebagai mufrod tunggal memuat tiga:
– tidak bisa disamakan Hu (Muhammad Rasulillah SAW) dan Allah SwT
– tidak bisa dipisahkan Hu (Muhammad Rasulillah SAW) dan Allah SwT
– dapat dibedakan Hu (Muhammad Rasulillah SAW) dan Allah SwT
Matahari, cahaya matahari, terang matahari ; ada tiga yang tidak dapat dipisahkan dan masing-masing bisa dibedakan mana; matahari, cahaya dan terang

kata “Hu” ini, ada di surat Yasin/36: 82 yaitu pada kata amru”hu”, urusan-“Nya”
Innama amruhu idza arada syaian anyaquula lahu kun fayakun
artinya: Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu urusan Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah”maka jadilah sesuatu itu.

Allahu Shamad
artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu
kata tempat, bagi Allah SwT tidak butuh tempat
karena apabila punya tempat sama dengan makhluk
Allah itu bukan makhluk jadi tidak butuh tempat

jadi tempat meminta segala sesuatu itu ada tempatnya
tempatnya yang bisa untuk menampung itu Hu (Muhammad Rasulillah SAW)
Muhammad Rasulillah SAW itu ada di Baitullah
Fisik Nabi Muhammad SAW ada di Madinah
Non Fisik Rasulillah Muhammad SAW ada di Baitullah
Baitullah sebagai kiblat manusia
siapa yang tahu kiblat maka selamat
siapa yang tidak tahu kiblat tidak selamat
maka ikutilah ahli kiblat bukan ahli kitab

Lam yalid wa lam yulad
artinya : tidak melahirkan dan tidak dilahirkan
Hu (Rasulillah Muhammad SAW) tidak melahirkan dan tidak dilahirkan

Mengapa Hu (Rasulillah Muhammad SAW) tidak dilahirkan, karena Hu itu dicptakan Allah SwT dengan “kun fayakun”
Adam álahis salam diciptakan dari tanah
Hawa álaihas salam dari tulang rusuk Adam álaihis salam
anak Adam álaihis salam dari saripati tanah
Adam álaihis salam sebagai Abul Basyar
Rasulillah Muhammad SAW sebagai Abul Arwah

wa lam yakun lahu kufuwan ahad
artinya: dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia”

Siapapun tidak ada yang setara dengan Hu (Rasulillah Muhammad SAW)
Beliaulah Segala Puji (Al Hamdu)
Siapa itu si Puji ?
si Puji itu Hamdu
siapa itu Hamdu ?
si Hamdu itu Rasulillah Muhammad SAW
Dialah Rabbu (Tuhan)
Rabbul Álamin (Tuhan seluruh alam insan)
Dialah Ar Rohman dan ar Rahim
Dialah Maliki yaumiddin
Kepada Dia kita na’budu dan nastaín

Laulaka laulaka ma khalaqtu asyya-a
Kalau bukan karena engkau Muhammad, kalau bukan karena engkau Muhammad Aku Allah tidak akan menciptakan segala sesuatu. (Hadits Qudsi)

wallahu a’lam bish-shawwab


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *