Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (Arab: انا لله وانا اليه راجعون) adalah potongan dari ayat Al-Quran, dari Surah Al-Baqarah, ayat 156. Isi penuh ayat tersebut adalah:

الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون
“ (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (Al-Baqarah 2:156)

Dalam surat Yasin/36: 83. “Fasubhanalladzi biyadihi malakutu kulli syaiin wa ilahi turjaún”
Orang-orang yang beriman pasti berkata bahwa Allah Mahasuci. Di tangan-Nya kekuasaan penuh atas segala sesuatu di alam ini. Dialah yang menciptakan, mengatur, dan memeliharanya. Kepada-Nya jualah semua makhluk dikembalikan.

Dari ke dua ayat tersebut, telah mengingatkan kepada kita bahwa kita semua akan kembali.
Pertanyaannya adalah mengapa kita akan kembali ?
jawabannya, karena kita pernah pergi ?
Yang pergi dalam diri kita itu siapa dan sekarang ada dimana ?
Jawabnya, yang sedang pergi yang sekarang ada di dalam diri kita ialah Ruh
dan sekarang Ruh itu nyata ada di dalam diri kita, letaknya ada di dalam Qolbu
Ruh yang di dalam diri kita itulah yang akan kembali kepada Abul Arwah (bapaknya para ruh, yakni Rasulillah Muhammad SAW)
Jasad yang ada, kembali kepada tanah karena asal manusia itu dari saripati tanah, dan Nabi Adam AS sebagai Abul Basyar Bapak para manusia, yang fisik) asalnya dari tanah, sedangkan Sayidah Hawa alaiha salam berasal dari tulang rusuk Nabi Adam AS.

Ruh yang ada pada manusia memiliki kesamaan yakni sama Rasa, tidak laki dan tidak perempuan tidak Arab, Eropa, Asia semua memilik fitrah yang sama. mereka semua ada kese-Rasa-an, baik Islam, Kristen, Hindu, budha, Kong Hu Chu. karena agama itu cuma ada satu yakni LA ILAHA ILLALLAH Muhammadur Rasulullah. tapi kalau beragama itu bisa banyak ada Islam, Kristen, Hindu, budha, Kong Hu Chu

Jasad yang fisik yang unsur pembentuknya dari angin-ruh raihan, tanah-ruh jasmani, air-ruh rohmani dan api-ruh idlofi yang menjadikan manusia itu menjadi bersuku-suku, berbangsa-bangsa, berlainan warna kulit dan bahasa yang menjadikan kita berbeda-beda

kita boleh beda secara fisik, tapi harus diakui bahwa ada yang tidak beda antara satu sama yang lain yakni Ruh. ruh kita yang berasal dari Rasulillah Muhammad SAW semua sama. Kita boleh berbeda-beda tapi kita harus tetap satu. Bhinneka Tunggal Ika, itu tidak bisa di tawar-tawar lagi. begitu juga NKRI juga demikian. untuk itu marilah kita kembali, supaya kembali bisa selamat maka kembalilah kepada Mu’min jangan Kafir. Mu’min yaitu orang yang menjadi pengikut Rasulillah Muhamad SAW yang bergelar al Amin, kalau kita tidak mau mengikuti Rasulillah Muhammad SAW atau ingkar, maka jelas tampak nyata bahwa orang tersebut adalah orang-orang yang Maghdhubi álaihim wa Ladh-dhoolliin, yaitu orang yang celaka dan sesat. itulah orang yang Kafir. Wallahu a’lam bish-showwab
Yaa Ayyatuhan-nafsul Muthmainnah
irjií ila robbiki rodhiyatan mardhiyyah
Fadkhuli fi íbadii
wadkhuli jannatii.

Semoga khusnul khotimah Amiin


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *