RUKUN SEMBAH ?

RUKUN SEMBAH ?

Sebagai ábdun atau hamba sudah sepatutnya kita mengikuti dawuh dari Yang Maha Kuasa, dengan jawaban sami’na wa atho’na, kami mendengar dan kami thoát, bukan sebaliknya sami’na wa áshoina, kami taat dan kami ma’shiyat. Wa ma khlaqtul jinna wal insa illa liya’budun, dan tidak Aku cipta jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah.

Sejak para nabi dan para rasul sebelum Rasulillah Muhammad SAW, sebelum wafat , kita mendapatkan keterangan dari al Qurán, sebelumnya mengumpulkan anak-anaknya, kemudian ditanya siapa Tuhan yang kamu sembah setelah aku nanti mati ? kemudian anak-anaknya menjawab, kami menyembah sebagaimana yang Ayah sembah. mendengar jawabannya tersebut, maka merasa tenang.

Saat ini, masih ada yang bingung tentang siapa yang disembah ?
untuk menghilangkan kebingungan maka penting bagi setiap orang untuk mengetahui Rukun Sembah ?
Apa saja itu rukun sembah ?
1. Siapa yang kita sembah ?
– yang kita sembah ialah Dzat Allah SwT
bukan Allah SwT, karena Allah SwT itu adalah nama sesembahan yang kita sembah, kalau kita menyembah nama, kalau nama itu terhapus kita bisa kebingungan, jadi kita penting untuk tahu Dzat Allah SwT. Misal : kalau ada nama kita tertulis di papan tulis, apakah oarang yang punya nama itu ada di tulisan itu ?. Kalau kita punya KTP apakah orang yang punya KTP apakah ada di dalam tulisan itu orangnya, mesti tidak ….
2. Siapa yang menyembah ?
– yang menyembah Dzat Allah SwT ialah, diri yang sebenarnya diri yang ada di dalam diri kita. untuk mengetahui diri yang sebenarnya diri yang ada pada diri kita, kita perlu untuk mengetahui siapa yang ada di dalam diri kita ; manusia, jin, syetan ? YAng ada di dalam diri kita yang sebenarnya diri adalah Ruh.
3. Apa yang kita persembahkan ?
– yang dipersembahkan ialah rukun sholat yang 13. yang memuat rukun qolbi / hati, rukun qouli/ ucapan, rukun fi’li / perbuatan ; ada berdiri, rukuk, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud dan tasyahud
4. Dimana tempat menyembah ?
– tempat menyembah ialah Baitullah. Baitullah adalah singgahsana Allah SwT, ini bisa kita temukan didalam rasa
5. Bilamana / kapan kita menyembah ?
– Kapan waktu menyembah, yaitu di waktu yang lima ; dhuhur, ásar, maghrib, isya dan subuh
6. Kemana kembali menyembah ?
– kembali menyembah kepada Dzat Allah SwT yang qadim dan baqa

Wallahu a’lam bishowwab


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *