MAKNA TIGA IBU : UMMUKA, UMMUKA, UMMUKA DAN ABUKA

MAKNA TIGA IBU : UMMUKA, UMMUKA, UMMUKA DAN ABUKA

Al-Quran surat Al-Ahqaaf : 15 yang berbunyi :

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Read more: https://adinawas.com/hadits-tentang-ibu-menghormati-dan-memuliakannya.html#ixzz69ISm8vIL

Dalam sebuah Hadits ;

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliaa berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Ada banyak ibu yang gagal mendidik anak-anaknya untuk menjadi orang yang sholeh dan sholehah. Dalam al Qurán surat al Ahqaf : 15 memberitahukan kepada kita agar kita berbakti kepada Ibu dan Bapak. Di dalam Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh HR. Bukhori dan Muslim juga memberitahukan tentang macam ibu. Untuk itu bagaimana penjelasan makna ibu yang dalam bahasa yang lebih terhormat yaitu Per-empu-an, kita dapat memaknai kata ibu dari tiga hal :
1. Ummuka; Ibumu
2. Ummuka; Ibumu
3. Ummuka wa Abuka; Ibumu dan Bapakmu
Untuk urutan ibu yang yang nomor tiga (3) adalah makna Ibu yang derajatnya lebih rendah dari yang nomor dua (2). Ibu dengan urutan yang nomor tiga (3) adalah ibu yang melahirkan kita. Orang tua yang melahirkan kita, masih banyak yang belum berhasil untuk menjadikan anak-anaknya menjadi sholeh dan sholehah. Banyak dari hasil didikan para Ibu saat ini yang tidak memiliki keimanan yang tangguh, dan ini adalah tugas besar bagi para Ibu terutama di abad milenial.
Urutan Ibu yang nomor dua (2) yang dimaksud adalah ibu atau ummuka yang ada di dalam qolbu kita, yaitu Ruh kita yang suci, yang mukmin, yang tidak pernah berkata dusta, dan ia selalu mengajak kepada fitrohnya yang suci, karena ia suci dan mukmin maka ia selalu mengajak yang baik dan selalu tidak mau kompromi dengan perbuatan yang ingkar.
Urutan Ibu yang nomor satu (1) adalah urutan Ibu yang paling tinggi derajatnya, yaitu Abul Arwah atau Bapak para ruh, ini yang ada pada Rasulillah Muhammad SAW.
Manusia yang fisik adalah berasal dari Abul Basyar yaitu Nabi Adam AS
Manusia yang non fisik yaitu Ruh berasal dari Abul Arwah yaitu Rasulillah Muhammad SAW
Adam A.S. diciptakan dari tanah
Sayidah Hawa álaiha salam diciptakan dari tulang rusuk Adam A.S.
Sedangkan kita Bani Adam A.S. adalah diciptakan bukan dari tanah, tapi dari Sari Pati Tanah, kalau sari pati tanah maka ada unsur, angin, air, tanah dan api. Oleh karena bani Adam diciptakan dari saripati tanah maka menjadi tubuh manusia yang fisik sesuai dengan dimana ia tinggal yang menjadikan warna kulit dan postur tubuh yang berbeda-beda. Yang tidak beda yang ada di dalam dada yaitu ruh. Ruh mereka semua se-rasa, karena ruh mereka dari Abul Arwah yang memiliki gelar al Amin yaitu Sidiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah

Wallahu a’lam bish-showwab


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *